26 Mei 2010

KPA KARAWANG SOSIALISASIKAN BAHAYA HIV AIDS DI TELUKJAMBE BARAT

Karawang (warjom)//Sebagai salah satu upaya menekan penyebaran virus HIV/AIDS, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Karawang secara rutin terus melakukan sosialisasi bahaya HIV/AIDS ke daerah pelosok di Karawang. Termasuk diantaranya adalah sosialisasi bagi aparat kecamatan dan desa serta ibu-ibu penggerak PKK dan majlis Talim di Kecamatan Telukjambe Barat yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan, Selasa (25/5).//

Wakil Bupati Karawang, Eli Amalia Priatna dalam kesempatan tersebut mengatakan, sosialisasi yang diselenggarakan secara rutin oleh KPA Kabupaten Karawang ini memiliki arti yang sangat penting, khususnya bagi masa depan generasi muda bangsa Indonesia. “Terlebih kita semua saat ini tentu sudah mengetahui akan bahaya dari penyakit AIDS yang diakibatkan oleh virus Human Immuno-defficiency Virus atau HIV,” ujarnya.

Lebih lanjut Wakil Bupati mengatakan, dalam menyikapi keberadaan HIV/AIDS tersebut, maka hanya dengan mengetahui dampak dari penyakit tersebut tidaklah cukup. Permasalahan yang lebih penting adalah bagaimana kita bersikap dan menindaklanjuti terhadap penyebaran HIV/AIDS di lingkungan kita. “Semua orang tahu apa itu HIV/AIDS, namun demikian sejauh mana tindak lanjut yang dapat kita lakukan, itulah yang perlu digaris bawahi,” tegasnya.

Menurut Wakil Bupati, permasalahan dan penanggulangan HIV/AIDS harus menjadi perhatian dan tanggung jawab kita semua sebagai bagian dari masyarakat. Terlebih jumlah pengidap HIV/AIDS di Kabupaten Karawang saat ini telah mencapai 196 orang. Namun demikian, kasus HIV/AIDS ibarat gunung es, dimana jumlah kasus yang muncul hanyalah sebagian kecil saja. “Masih banyak kasus-kasus yang belum diketahui, karena penderita HIV/AIDS tampak seperti orang yang sehat,” imbuhnya.

Wakil Bupati yang juga merupakan Ketua KPA Kabupaten Karawang tersebut menambahkan, virus HIV hanya bisa dideteksi dengan melakukan tes darah secara khusus, dan gejala tidak bisa terlihat secara langsung. Akan tetapi, immunitas atas daya tahan tubuh seorang penderita HIV/AIDS semakin lama akan semakin berkurang, dan tubuhnya akan semakin kurus. “Tidak seperti penyakit Flu, penderita HIV/AIDS dapat terlihat sehat,” tambahnya.

Terkait dampak buruk yang ditimbulkan oleh penyakit HIV/AIDS, Wakil Bupati berharap para aparatur pemerintah kecamatan dan desa serta ibu-ibu PKK dan majlis talim dapat meneruskan sosialisasi kepada masyarakat sekitar mereka. “Sehingga dapat terjadi satu komando yang jelas dari tingkat kabupaten hingga ke tingkat desa dalam upaya menanggulangi HIV/AIDS guna perbaikan bangsa di masa yang akan datang,” tuturnya.

Tidak ada komentar: