03 Juni 2010

BUPATI KARAWANG BUKA SOSIALISASI PENERAPAN UJI COBA SUBSIDI PUPUK LANGSUNG DI KABUPATEN KARAWANG

Karawang (Warjom)// Sebagai salah satu upaya pemantapan ketahanan pangan nasional, diperlukan peningkatan produktivitas dan produksi tanaman pangan melalui penerapan penggunaan pupuk NPK dan pupuk organik; dan untuk meningkatkan penggunaan pupuk NPK dan pupuk organik Pemerintah memberikan Bantuan Langsung Pupuk kepada kelompok tani; bahwa atas dasar hal-hal di atas dan agar Bantuan Langsung Pupuk dapat berjalan lancar sesuai dengan sasaran, perlu menetapkan Pedoman Umum Bantuan Langsung Pupuk Tahun Anggaran 2010, demikian tercantum dalam Peraturan Menteri Pertanian nomor : 37/Permentan/SR.130/5/2010

Bupati Karawang Drs. H. Dadang S. Muchtar pada acara Sosialisasi Penerapan Uji Coba Subsidi Pupuk Langsung di Kabupaten Karawang, Rabu, (2/6) mengatakan bahwa Kabupaten Karawang adalah salah satu Kabupaten yang menjadi lumbung pangan Jawa Barat dan telah memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional, oleh karenanya dirinya menghimbau kepada semua pihak terkait untuk dapat memberikan apresiasi kepada pemerintah pusat khususnya Departemen Pertanian yang akan uji coba pupuk langsung di Kabupaten Karawang. Dengan harapan tahapan uji coba ini bisa menjadi contoh bagi kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Ucapnya.

Terkait dengan Subsidi Pupuk kepada para Petani Bupati mengatakan agar cek n ricek kembali data yang akuntabel baik dari jumlah pesawahan tekhnis maupun jumlah petani yang akan mendapatkan bantuan subsidi serta jumlah ketersediaan pupuk, Bupati Dadang Muchtar juga mengatakan bahwa harus segera di invetantarisir Data Petani seperti Luas lahan, Jenis tanaman, Data Gapoktan alamat, nama pengurus, penyususn RDKK kebutuhan pupuk , Verifikasi data petani sera pengiriman rekap data.

Perwakilan dari Kementrian Pertanian mengatakan bahwa Pedoman Umum Bantuan Langsung Pupuk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1,dimaksudkan sebagai landasan pelaksanaan kegiatan bantuan langsung pupuk Tahun Anggaran 2010 bagi aparat Pusat dan Daerah, dengan tujuan agar dalam upaya peningkatan ketahanan pangan dapat berjalan secara efektif, efisien, transparan dan akuntabel. Dalam arahannya Narasumber dari kementrian pertanian mengatakan tentang pentingnya upaya untuk terus meningkatkan ketahanan pangan, meskipun kita telah berhasil mencapai swasembada pada beberapa komoditas pangan tertentu. Setidaknya ada enam hal yang menjadi alasan pentingnya kepedulian terhadap ketahanan pangan, yaitu: Pertama, pangan adalah bagian dari basic human need tidak ada substitusinya. Kedua, disadari atau tidak, terjadi peningkatan kebutuhan terhadap pangan (Growing Demand), karena pertambahan penduduk, juga terjadi peningkatan jumlah the middle class sehingga terjadi peningkatan konsumsi yang lebih banyak terhadap pangan. Ketiga, terdapat kerusakan lingkungan yang diakibatkan antara lain oleh Climate Change yang akan menganggu produksi dan produktivitas pangan sedunia. Keempat, terjadi kompetisi antara sumber energi dan sumber pangan; sehingga mengganggu suplai pangan. Kelima, selalu ada interconnectivness global logistic and trade antar negara sehingga saling ketergantungan. Keenam, pentingnya swasembada berkelanjutan serta masih adanya kerentanan dan kerawanan pangan di berbagai daerah. Kemudian menambahkan kita bersama-sama mencari solusi terhadap sembilan permasalahan ketahanan pangan yang dihadapi. Ke sembilan permasalahan tersebut meliputi : (1) pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah dan pelaku usaha, (2) peningkatan produksi lima komoditas, (3) sistem cadangan pangan dan distribusi, (4) rantai suplai dan logistic nasional yang efisien, (5) minimnya produksi di beberapa tempat dan kejadian kurang gizi, (6) stabilitas harga pasar, (7) penganekaragaman konsumsi pangan, (8) menyusun sistem monitoring secara nasional yang efektif dan kredibel, (9) masalah permintaan dan penawaran komoditas pangan yang sangat berpengaruh terhadap harga pangan.

Kepala Dinas Pertanian H. Nahrowi mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Karawang menyambut baik uji coba subsidi pupuk langsung ini karena akan meringankan para petani, walaupun dirinya yakin bahwa di Kabupaten Karawang ketersediaan pupuk sangat cukup. Ucapnya.

Hadir pada acara tersebut Sekda Karawang, Ir. H. Iman sumantri,sejumlah Pejabat dilingkungan Pemkab Karawang, Perwakilan Muspida, HKTI, Gapoktan, Perwakilan dari PT Sang Hyang Seri (Persero), PT Pertani (Persero); T Berdikari (Persero).

Tidak ada komentar: