05 Desember 2008

SEBUAH CATATAN KECIL TENTANG DEMOKRASI

Masih ingatkah rekan/ tentang seruan Gus Dur pada massa Konstituen PKB untuk Golput pada pemilu Legislatif mendatang? Kemudian pernyataan Ulama-ulama Jawa Timur yang menyatakan kalau Golput itu Haram ? // Dari dua kondisi tersebut / saya kembali teringat ucapan salah satu guru saya ketika saya masih SMP yang mengatakan bahwa Golput itu demokrasi dan bagian dari demokrasi// Saya yang waktu itu belum punya hak pilih dan merasa tidak punya kepentingan dengan istilah politik/ hanya termangut-mangut tanpa ada komentar sepatah katapun // Kemudian belum lama ini/ ketika saya bersilaturahmi pada Pimpinan salah satu pesantren salafiyah yang ada di Purwakarta/ lagi-lagi saya mendapatkan kata-kata yang berkaitan dengan Golput// Saat itu saya terlibat dalam obrolan santai seputar Pemimpin dan memilih Pemimpin// Mama demikian sapaan akrab sang Kiayi ini mengatakan bahwa menjadi seorang pemimpin itu merupakan tugas berat/ karena pertanggungjawabannya adalah dunia ahirat// Setiap pemimpin akan diminta pertangungjawabanya dihadapan Sang Khaliq // Termasuk kita-kita ini sebagai pemimpin rumah tangga/ kita akan diminta pertanggungjawabannya// Pun demikian apabila kita memilih seorang pemimpin/ kita harus benar-benar selektif// Sebab kita yang memilihpun punya pertanggungjawaban yang berat// Mendengar pernyataan seperti itu/ saya bertanya “ Mama, kenapa kita yang memilih pun harus bertanggungjawab pula ??// Dengan senyuman penuh arti Mama menjawab “ Apabila pemimpin yang kita pilih itu berbuat dzolim/ kita pun akan terbawa dosa/ karena kita telah memilih pemimpin yang dzolim/yang tidak amanah// Mendengar kata-kata tersebut saya berkata setengah mendebat “ Tapi kan mama kita tidak tahu kalau dia itu akan berbuat Dzolim dan tidak amanah”// Dengan Penuh kesabaran Mama menjawab pertanyaan saya tersebut “ Oleh karena itu, dalam memilih Pemimpin itu kita harus selektif/ harus dilihat sejauh mana dia Pegang agama Nya/ sejauh mana dia bisa pegang amanah/ sejauh mana pula dia bisa bersikap arif dan bijak dalam setiap tindakan dan keputusan// Jawaban Mama tersebut semakin mendorong saya untuk bertanya lebih jauh// “ Nah Mama, seandainya kita tidak bisa menemukan calon pemimpin dengan kreteria tersebut bagaimana, apakah kita harus tetap memilih?? // “ Kamu mau terbawa Dosa ??”// Satu jawaban yang teramat singkat namun padat// Dari jawaban terahir tadi saya sempat berfikir apakah ini sebuah terminologi atau pengistilahan pengabsahan secara tidak langsung terhadap Golput ?? Menurut Rekan ??(wallahualam)

Tidak ada komentar: